Seputar SARS, MERS dan Corona virus-

01/02/2020

Hai.. apa kabar, ketemu lagi di artikel sehat RSI Kota Magelang, kali ini admin akan berbagi info seputar virus Corona yang lagi booming jadi bahan pembicaraan dalam dunia kesehatan, bahkan sampai pada saat artikel ini ditulis, WHO telah meberikan status Gawat Darurat untuk kasus virus Corona ini.

Sebagaimana kami lansir dari laman lifestile.okezone.com, banyak dugaan penyebab utama virus ini, seperti berasal dari kelelawar atau ular, meskipun belum ada peneliti yang mengonfirmasi hal ini.

Yang membuat virus ini begitu diwaspadai adalah karena virus hanya menunjukkan gejala seperti flu pada banyak orang, siapa pun dapat menyebarkannya ke orang lain jauh sebelum petugas kesehatan tahu mengenai virus ini.

Sebelum menjadi virus Corona Wuhan, virus Corona yang bermutasi pun pernah berubah menjadi tiga jenis di antaranya adalah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan kasus yang beberapa waktu lalu menimpa China, Wuhan Coronavirus atau sebutan lain nCov.

Tentunya setiap jenis hasil mutasi virus Korona ini berbeda satu sama lainnya diantaranya :
SARS (SARS CoV)

Mutasi pertama virus Korona adalah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) yang pertama kali terjadi di China Selatan pada 2002. Virus ini diyakini menyebar melalui kelelawar dan menginfeksi musang.

Penyebarannya ditularkan terutama antara manusia melalui kontak jarak dekat. Dalam penyebarannya terdapat 8.098 kasus MERS yang menyebabkan 774 kematian.

Tingkat kematian (mortalitas) dari penyakit yang satu ini adalah 10 persen. Untungnya tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 2004. 87 persen kasus SARS terjadi di China dan Hong Kong.

MERS (MERS CoV)

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pertama kali dilaporkan pada 2012. Sesuai dengan namanya penyakit ini pertama kali mewabah di Arab Saudi. Proses penularannya melalui unta yang terinfeksi. Banyak masyarakat yang menyentuh atau mengonsumsi susu atau daging unta yang terinfeksi. Transmisi penyebaran terhadap manusia melalui kontak jarak dekat.

Setidaknya ada 2.494 kasus MERS yang terjadi dengan jumlah kematian sebanyak 858 (per 30 November 2019). Tingkat kematian akibat MERS yakni sebesar 34 persen dengan kasus yang terjadi di Semenanjung Arab dan 80 persen di Arab Saudi.

Kasus ini juga menyebar hingga ke 24 negara termasuk Amerika Serikat (AS). Untungnya kasus dan kematian akibat MERS telah menurun sejak 2016.

Virus Corona

Cara penyebaran virus ini melalui kontak dengan manusia yang terinfeksi atau menyentuh permukaan benda atau sesuatu yang telah terkontaminasi virus.

Virus ini pada dasarnya dialami oleh jutaan orang setiap tahunnya. Umumnya virus ini tidak mematikan dan hanya ada beberapa kasus langka yang menyebabkan kematian akibat virus ini.

Virus Corona ini terdapat sepanjang tahun, namun lebih umum muncul di musim gugur atau dingin. Bagi Indonesia yang hanya memiliki dua musim, virus ini banyak muncul di musim penghujan.


Silahkan Like & Follow kami :
Facebook
Facebook
Google+
Google+
http://rsikotamagelang.com/seputar-sars-mers-dan-corona-virus/
Twitter
Instagram
Posted in Front, info

Leave a Comment