Penulis: admin

13/07/2019

Hai… apa kabar… ketemu lagi di artikel sehat RSI Kota Magelang, kali ini akan berbagi tips menjaga kesehatan wajah dari jerawat, penyebab tersering jerawat sendiri adalah produksi minyak yang berlebihan, sehingga menyebabkan sebagian besar pori-pori tersumbat. Ditambah lagi, tingkat kebersihan wajah yang kurang serta ketidakstabilan hormonal cenderung menjadi faktor pencetus terjadinya jerawat.

Namun, penyebab jerawat tidak hanya dipicu oleh hal itu saja. Faktanya, makanan yang Anda santap setiap harinya juga berisiko memicu jerawat.

Berikut ini adalah beberapa contoh jenis makanan pemicu jerawat:

1. Biji-bijian olahan dan menu tinggi karbohidrat atau gula
Menurut sebuah penelitian, orang yang sering mengonsumsi gula tambahan berisiko 30 persen lebih besar terkena jerawat. Sementara, mereka yang secara teratur makan kue ataupun makanan manis lainnya memiliki risiko 20 persen lebih besar.

Peningkatan risiko ini disebabkan oleh efek karbohidrat olahan terhadap kadar gula darah dan insulin. Karbohidrat olahan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah dan juga dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Ketika gula darah naik, kadar insulin juga naik untuk membantu memindahkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke dalam sel organ tubuh Anda.

Insulin yang selalu tinggi membuat hormon androgen lebih aktif dan meningkatkan faktor pertumbuhan seperti insulin 1 (IGF-1).
Hal ini sangat berkontribusi pada perkembangan jerawat dengan membuat sel-sel kulittumbuh lebih cepat dan dengan meningkatkan produksi sebum/ kelenjar minyak.

2. Produk susu (dairy products)
Banyak penelitian telah menemukan hubungan antara produk susu dan tingkat keparahan jerawat pada remaja. Penelitian lain juga menemukan bahwa orang dewasa muda yang secara teratur mengonsumsi susu atau es krim empat kali lebih mungkin menderita jerawat.

Susu diketahui meningkatkan kadar insulin, terlepas dari pengaruhnya terhadap gula darah yang dapat memperburuk keparahan jerawat. Susu sapi juga mengandung asam amino yang merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak IGF-1, yakni salah satu zat pemicu jerawat.

 

3. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake adalah makanan yang dapat meningkatkan risiko jerawat.

Sebuah penelitian terhadap 5.000 remaja dan dewasa muda di Cina menemukan bahwa diet tinggi lemak berkaitan dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat hingga 43 persen.

Hingga kini memang belum jelas mengapa makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat. Tetapi beberapa peneliti menyimpulkan adanya ekspresi gen yang dapat mengubah kadar hormon dengan cara yang mencetuskan pengembangan jerawat.

4. Cokelat
Sebenarnya penyebab mengapa cokelat dapat meningkatkan jerawat masih belum jelas, meskipun sebuah penelitian mengklaim bahwa makan cokelat meningkatkan reaktivitas sistem kekebalan terhadap bakteri penyebab jerawat.
Sementara itu, penelitian terbaru mendukung hubungan antara konsumsi cokelat dan jerawat. Sehingga, masih belum jelas apakah cokelat benar-benar menyebabkan jerawat.

5. Whey protein
Kaya asam leusin dan glutamin, asam amino ini membuat sel-sel kulit tumbuh dan membelah lebih cepat, sehingga berkontribusi pada pembentukan jerawat.

Asam amino dalam protein whey juga bisa merangsang tubuh untuk menghasilkan tingkat insulin yang lebih tinggi, sehingga memicu perkembangan jerawat.

Demikian artikel sehat seputar tips sehat menjaga makanan supaya wajah sehat tanpa jerawat, artikel ini disadur dari laman JPNN kesetatan.


Posted in Front, Tips by admin
1 29/06/2019

Hail… ketemu lagi di artikel sehat RSI Kota Magelang, kali ini akan berbagi manfaat buah nangka bagi pasien Diabetes tipe 2. Buah nangka merupakan buah yang banyak dijumpai pada daerah beriklim tropis seperti Indonesia ini.  Diabetes tipe 2 mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Sementara beberapa faktor risiko diabetes dapat dikontrol dan dikaitkan dengan gaya hidup dan pilihan makanan, yang lain seperti riwayat keluarga, usia dan jenis kelamin berada di luar kendali seseorang. Karena itu, jika seseorang didiagnosis mengidap diabetes, mereka harus mengikuti gaya hidup sehat dan diet yang tepat untuk memastikan gula darah mereka tidak melonjak dan tetap terkendali.

Jenis makanan yang dikonsumsi seseorang memiliki dampak langsung terhadap kadar gula darah. Nangka, buah yang tumbuh di iklim tropis adalah salah satu makanan paling unik di dunia dengan ukurannya yang luar biasa besar. Nangka adalah buah terbesar di dunia dan beratnya bisa mencapai 30 kg. Mereka yang menjadi vegetarian menggunakannya sebagai pengganti daging karena teksturnya. Namun, bagi pasien diabetes, nangka memiliki banyak khasiat yang dapat membantu dalam pengelolaan gula darah.

Berikut manfaat konsumsi nangka bagi pasien diabetes tipe 2 seperti dilansir dari Times of News diantaranya :

1. Indeks Glikemik Rendah
Glycemic Index, disingkat GI, adalah peringkat relatif karbohidrat dalam makanan sesuai pengaruhnya terhadap kadar glukosa darah. Nangka memiliki GI rendah, yang membuatnya cocok untuk penderita diabetes. Makanan lain dengan buah-buahan dan sayuran non-pati rendah GI seperti wortel dan mentimun. Pasien diabetes harus memasukkan makanan ini dalam diet mereka untuk menjaga gula darah terkontrol.

2. Serat Tinggi
Makanan tinggi serat disarankan untuk dikonsumsi bagi pasien diabetes tipe 2. Serat membantu memperlambat penguraian gula dalam darah dan karena itu menjaga gula darah diatur dan dikelola. Buah-buahan seperti beri, pir, melon, dan sayuran seperti brokoli kaya akan serat dan harus dimasukkan dalam makanan untuk penderita diabetes.

3. Protein Tinggi
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Medical University of Vienna, Austria, protein dapat membantu mencegah kenaikan kadar gula darah segera setelah makan. Karena nangka kaya akan protein, buah ini aman untuk dimasukkan dalam makanan pasien diabetes untuk manajemen gula darah.

4. Kaya Antibiotik
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus diabetes, ditemukan bahwa ekstrak daun nangka membantu mengurangi kadar gula darah puasa dan juga membantu dalam manajemen gula jangka panjang pada tikus. Hasil ini dikaitkan dengan adanya antioksidan flavonoid dalam nangka. Jika kita mengikuti penelitian, nangka dapat membantu menjaga gula darah tetap terkelola karena adanya flavonoid di dalamnya.


Posted in Front, info by admin
27/06/2019

Galeri kegiatan YKI dan RSI dibulan Syawal 1440H/2019M


Posted in Front, info, Kegiatan by admin
04/06/2019

Segenap keluarga besar Rumah Sakit Islam Kota Magelang mengucapkan

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H”

“Mohon Maaf Lahir dan Batin”


Posted in Front, info by admin